Penyebab Bayi Kuning Terjadi di Bawah Usia 6 Bulan

Penyakit bayi kuning dapat terjadi pada bayi baru lahir. Usia terjadinya bisa dimulai dari antara 2 sampai 3 hari setelah dilahirkan. Penyakit kuning pada bayi ini merupakan sebuah kondisi di mana kulit bayi akan kekuningan dan matanya akan terlihat memutih. Berikut ini penyebab terjadinya penyakit kuning ini pada bayi usia di bawah 6 bulan.

1. Lahir Prematur
Terjadinya penyakit kuning pada bayi karena lahir dengan prematur atau lahir sebelum memasuki usia kehamilan 37 minggu. Jagalah kandungan Anda sebisanya untuk melahirkan bayi dengan bulan yang cukup agar terhindar dari berbagai risiko penyakit. Jadi, jangan memutuskan untuk lahir prematur jika kondisi kandungan dalam keadaan yang baik dan normal.

2. Golongan Darah yang Berbeda
Penyebab yang sering tidak disadari menimbulkan penyakit bayi kuning adalah golongan darah berbeda dengan ibunya. Bayi yang golongan darahnya berbeda dengan ibu atau beda resusnya akan memiliki kemampuan berlebihan dalam mengembangkan antibodi.

Jumlah antibodi yang meningkat akan menghancurkan sel darah merah di dalam tubuh. Akibatnya kadar bilirubin akan meningkat dengan cepat dan tiba-tiba. Ini lah yang akhirnya membuat bayi berusia di bawah 6 bulan mengalami penyakit kuning.

3. Adanya Kelainan Saat lahir
Penyakit kuning pada bayi juga dapat terjadi karena mengalami kelainan saat lahir. Beberapa kelainan yang menjadi penyebab yaitu masalah organ hati atau saluran empedu. Bisa juga karena bayi mengalami infeksi saat lahir, infeksinya seperti rubella dan sifilis. Memar dan pendarahan di bawah kulit kepala bayi juga dapat menjadi penyebab penyakit kuning.

4. Fungsi Hati Belum Sempurna
Penyakit kuning dapat terjadi kepada bayi di bawah 6 bulan karena fungsi hati yang belum sempurna. Di mana sel darah merah pada bayi akan pecah setelah 90 hari. Pemecahannya akan menjadi zat “heme” dan “globin”. Heme akan menajdi biliverdin, setelah itu menjadi bilirubin bebas (indirek).
Pada proses ini hati bayi yang belum sempurna tidak dapat melakukan proses menjadikan bilirubin yang larut dalam air untuk dibuang. Biasanya pembuangan akan terjadi melalui saluran empedu, kemudian dibuang melalui usus besarnya.

5. ASI yang Tidak Cukup
Penyakit kuning pada bayi ini pun dapat terjadi karena tidak mendapatkan cukup ASI. Kandungan ASI yang masuk ke dalam tubuh ini akan mempengaruhi pemecahan bilirubin pada bayi dan bayi akan tanpa kuning. Hal ini terjadi pada usia bayi 2 sampai 3 minggu.

Anda bisa mewaspadai penyakit bayi kuning ini dengan memperhatikan kondisi tubuh bayi. Jika ada yang tidak normal jangan didiamkan. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter yang ahli di bidangnya. Bisa juga saat baru melahirkan, Anda menanyakan secara detail kondisi bayi sehat atau ada risiko penyakit yang dapat terjadi. Pastikan juga sistem imun bayi terjaga dengan baik.

Postingan terkait: